Sebuah tonggak sejarah baru berhasil ditorehkan oleh Raudhatul Fitriyah, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di bawah naungan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten. Melalui jalur non-skripsi yang relatif baru diterapkan di lingkungan kampus, Raudhatul menjadi mahasiswa pertama dalam sejarah Program Studi PGMI yang berhasil menyelesaikan studinya hanya dalam waktu tujuh semester — dan yang lebih membanggakan lagi, lulus melalui publikasi ilmiah terindeks Sinta-3.
Dengan NIM 211240008, Raudhatul menjalani sidang Munaqasah tugas akhirnya pada Jumat, 03 Januari 2025, dan dinyatakan lulus dengan nilai tugas akhir 98.08 (huruf A) serta Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.79. Sebuah pencapaian luar biasa untuk mahasiswa yang menyelesaikan studi lebih cepat dari waktu standar.
Kiprah Akademik Sejak Semester VI
Pencapaian luar biasa ini bukan hasil instan. Bersama rekan-rekan seangkatannya, Raudhatul telah memulai penulisan proposal tugas akhir sejak Semester VI, sebagai bagian dari tagihan mata kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan yang diampu oleh Bapak Khaeroni, M.Si, selaku Ketua Program Studi PGMI.
Pada akhir Semester VI, Raudhatul memaparkan rencana penelitiannya dalam bentuk Seminar Proposal Tugas Akhir, sebagai bentuk validasi kesiapan untuk lanjut ke tahap penelitian lapangan.
Didampingi oleh Dr. Hj. Fitri Hilmiyati, M.Ed dan Dr. H. Juhji, M.Pd, proses bimbingan dimulai dengan penyusunan proposal yang berjalan dengan intensif dan sistematis. Data dikumpulkan selama masa Pengalaman Lapangan Kependidikan (PLP) Integratif, di mana Raudhatul menyusun artikel secara bertahap mulai dari kerangka teori, metodologi, analisis data, hingga menjadi naskah utuh yang layak publish.
Setelah menyelesaikan seluruh beban akademik di Semester VII, dan dengan seluruh persyaratan terpenuhi, Raudhatul diperkenankan mengikuti Sidang Munaqasah pada Januari 2025, yang secara administratif dan akademik masih berada dalam rentang masa studi 7 semester.
Menjawab Tantangan Transformasi Digital dalam Pendidikan Dasar
Dalam artikel yang berjudul “Effectiveness of Canva-Based Interactive Animation Media in Enhancing Learning Interest of Second-Grade Madrasah Ibtidaiyah Students”, Raudhatul mengeksplorasi secara mendalam bagaimana pemanfaatan media berbasis Canva — platform desain grafis yang belakangan semakin populer — dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih atraktif, interaktif, dan menyenangkan bagi siswa kelas rendah madrasah ibtidaiyah. Artikel ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan cerminan dari passion dan kepekaan akademik Raudhatul terhadap transformasi teknologi dalam ruang kelas dasar. Raudhatul mengeksplorasi pemanfaatan media berbasis Canva sebagai sarana pembelajaran animatif yang interaktif untuk siswa kelas II Madrasah Ibtidaiyah. Melalui pendekatan eksperimen kelas, ia membuktikan bahwa media visual digital dapat meningkatkan partisipasi, perhatian, dan minat belajar siswa secara signifikan.
“Pemanfaatan Canva bukan hanya soal visual yang menarik, tapi juga tentang bagaimana anak-anak dapat belajar melalui stimulasi yang sesuai dengan karakter usia mereka,” ujar Raudhatul saat diwawancarai setelah sidang. Ia menambahkan bahwa dalam eksperimen kelas kecil yang dilakukan sebagai bagian dari penelitiannya, ada peningkatan signifikan dalam partisipasi dan minat belajar siswa kelas II setelah penerapan media animasi berbasis Canva.
Artikel ini telah dipublikasikan dalam:
📘 Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
🗓️ Volume 14 Nomor 2, Desember 2024
📎 https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/adzka/article/view/13896
🔗 DOI: https://doi.org/10.18592/aladzkapgmi.v14i2.13896
Prestasi Akademik dan Dukungan Penuh dari Dosen
Di balik keberhasilan ini, peran bimbingan tugas akhir sangatlah penting. Dr. Hj. Fitri Hilmiyati, M.Ed sebagai pembimbing utama, dan Dr. H. Juhji, M.Pd sebagai pembimbing pendamping, memberikan arahan dan dorongan secara terus-menerus, mulai dari penyusunan proposal, pengumpulan data, hingga finalisasi naskah artikel ilmiah.
“Atul (demikian biasa Raudhatul Fitriyah disapa) menunjukkan semangat belajar yang tinggi, konsistensi dalam menyusun artikel, dan kecakapan akademik yang matang. Jalur non-skripsi bukan jalan pintas, justru menuntut kualitas yang lebih tinggi dan publikasi nyata,” ujar Dr. Fitri.
Dr. Juhji menambahkan, “Atul bukan hanya cepat, tapi produktif. Keberhasilannya mempublikasikan artikel di jurnal Sinta-3 adalah bentuk konkret mahasiswa berkontribusi bagi keilmuan pendidikan dasar.”
Mahasiswa PGMI Sebagai Kontributor Ilmiah
Capaian ini menjadi tonggak baru yang sangat membanggakan, tidak hanya bagi Raudhatul secara pribadi, tetapi juga bagi Program Studi PGMI secara keseluruhan. Jalur non-skripsi membuka ruang baru bagi mahasiswa untuk berkontribusi lebih nyata dalam publikasi ilmiah dan membangun portofolio akademik sejak dini.
Ketua Program Studi PGMI, Khaeroni, M.Si, menyatakan, “Keberhasilan Atul adalah hasil dari dedikasi, dukungan dosen, dan kerja kolektif akademik. Ini adalah bukti bahwa PGMI mampu mencetak lulusan yang unggul dalam waktu studi yang efisien dan berkualitas tinggi.”
Inspirasi Bagi Generasi Akademik Selanjutnya
Lulus dalam 7 semester dengan IPK 3.79, nilai tugas akhir 98.08 (A), serta artikel ilmiah terbit di jurnal nasional terakreditasi, Raudhatul Fitriyah menjadi simbol keberhasilan akademik dan keberanian untuk keluar dari pola lama.
Kisahnya adalah inspirasi nyata: bahwa dengan tekad, kerja keras, dan dukungan lingkungan akademik yang sehat, mahasiswa tidak hanya bisa lulus — tetapi juga meninggalkan jejak ilmiah yang berdampak.
Kontributor: Onny; Foto: Atul
